Dalam peta, kita dapat melihat gambar suatu daerah yang luas sebagaimana dilihat dari atas. Sekilas pandang, peta menunjukkan seberapa jauh jarak dari tempat satu ke tempat lain dan arah mana yang harus kita tempuh untuk pergi dari kota satu ke kota lain. Dahulu, tempat yang akan dipetakan diukur langsung di daratan, tetapi sekarang orang menggunakan pesawat terbang dan alat-alat ukur khusus.

Proses membuat peta
- Mula-mula ditentukan daerah yang akan dipetakan. Para petugas survei mengukur daerah itu dengan peralatan khusus, seperti pengukur tegak yang dipegang tangan dan teleskop berkaki. Peralatan ini digunakan untuk mengukur sudut, jarak, tinggi, dan arah.
- Foto suatu daerah diambil dari pesawat terbang. Untuk wilayah yang lebih luas, digunakan juga foto yang diambil dari satelit.
- Selanjutnya, pengukuran secara mendetail. Bagian yang tidak tampak di dalam foto ditinjau secara langsung. Inilah satu-satunya cara untuk mengetahui hal-hal seperti batas kota serta nama-nama jalan.
- Berdasarkan foto serta informasi yang diperoleh di daratan, dibuatlah gambar peta secara cermat dan dilengkapi dengan nama jalan serta bangunan yang penting.
Petugas survei mengukur jarak, elevasi (ketinggian permukaan laut), dan arah patok duga serta titik triangulasi. Anda mungkin pernah melihat patok duga yang dipasang pada tiang beton di tepi jalan, yang menunjukkan elevasi yang telah ditentukan sebelumnya. Titik triangulasi menerangkan posisi yang diukur dari dua titik yang jaraknya diketahui. Dahulu petugas survei dengan berjalan kaki melakukan pengukuran dengan alat-alat. Kini pembuatan peta dipermudah dengan fotografi udara, tetapi suvei udara masih berpatokan pada titik triangulasi.